Owi harapkan pelapisnya tidak mudah menyerah

Jakarta (ANTARA News) – Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (Owi) berharap pasangan pelapisnya yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja mampu membuktikan prestasi dan tidak mudah menyerah dalam setiap pertandingan yang mereka ikuti.

“Mereka kan sekarang sudah menjadi pasangan atlet prioritas dan punya tanggung jawab besar. Mereka tidak bisa lagi berlatih dan bermain jelek karena harus mampu membuktikan sebagai pasangan atlet yang mendapatkan prioritas,” kata Owi setelah mengikuti latihan di pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.

Owi mengungkapkan harapan kepada dua pasangan atlet itu sebagai penerus ganda Tontowi/Liliyana Natsir pada sektor ganda campuran PBSI menyusul keputusan Liliyana yang pensiun sebagai atlet pada turnamen Indonesia Masters 2019.

Pemain yang akrab disapa Owi itu mengatakan penetapan Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria sebagai pasangan prioritas menuju Olimpiade Tokyo 2020 karena kedua pasangan itu punya peringkat yang memadai untuk lolos kualifikasi Olimpiade.

“Mereka prioritas karena tidak ada pemain lain yang lebih tinggi peringkatnya. Saya dulu harus bersaing. Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria perlu terus bersemangat dan tidak berlatih sembarangan. Mereka harusnya bisa membuktikan diri,” kata pemain yang menyabet medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu.

Meskipun tidak lagi menjadi atlet prioritas bagi PBSI setelah Liliyana pensiun, Owi berjanji masih akan menunjukkan prestasinya bersama pasangan baru Winny Oktavina Kandow dalam turnamen internasional.

“Saya akan menunjukkan meskipun saya bukan atlet prioritas. Apalagi mereka yang sudah dipilih PBSI, mereka harusnya bisa buktikan,” katanya.

Namun, Owi mengaku masih berupaya untuk menemukan pola permainan bersama Winny dalam sesi latihan di pelatnas PBSI sebelum mengikuti turnamen Spanyol Masters, Jerman Terbuka, dan All England 2019.

“Saya baru bisa berprestasi bersama ci Butet pada 2012. Saya sudah berpasangan dua tahun sebelumnya. Itupun tidak stabil karena kami masih kalah-menang. Meskipun kami juara, tapi kami belum benar-benar kompak. Kami sudah benar-benar menemukan pola permainan pada 2013,” kata Owi.

Meskipun menjadi atlet senior pada sektor ganda campuran pelatnas PBSI, Owi mengaku tidak mendapatkan keistimewaan dari para pelatih dan masih harus mengikuti program latihan sebagaimana rekan-rekan pelatnas yang berusia di bawahnya.

“Kak Richard menganggap saya seperti pemain-pemain muda dan latihan kami tetap sama. Dia meminta saya untuk kembali berlatih dari dasar. Dia juga minta saya untuk kembali punya motivasi dan siap dari nol,” kata pemain berusia 31 tahun itu.
Baca juga: Owi akui butuh adaptasi setelah Butet pensiun
Baca juga: PBSI perbanyak latihan Owi/Winny guna perkuat pola

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Author: admin