Chan/Goh akan merindukan Butet sebagai lawan mereka

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet bulu tangkis ganda campuran Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying mengaku akan rindu dengan Liliyana Natsir sebagai lawan berat menyusul keputusan pemain Indonesia itu yang akan pensiun dari bulu tangkis.

“Kami akan kehilangan dia. Kami menghargai permainannya sebagai pemain legendaris dan kami harus mengucapkan selamat berpisah,” kata Chan Peng Soon selepas pertandingan putaran pertama turnamen Indonesia Masters 2019 di Stadion Istora Senayan, Jakarta, Selasa malam.

Chan/Goh melaju ke laga putaran kedua turnamen tingkat Super 500 itu setelah mengalahkan pasangan muda Tanah Air Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow dalam dua gim langsung 21-19, 21-19 selama 35 menit permainan.

“Kami tentu punya kenangan dengan Liliyana Natsir. Tapi, itu bukan kenangan manis bagi kami meskipun akan menjadi kenangan yang bagus bagi Liliyana,” kata Chan tentang laga final Olimpiade Rio 2016 ketika ganda Malaysia itu kalah 14-21, 12-21 dari pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Meski mendapatkan kenangan sebagai musuh terberat, Chan/Goh masih berharap Butet, sapaan akrab Liliyana Natsir, dapat turun kembali sebagai pasangan bersama Tontowi dalam Olimpiade Tokyo 2020.

“Banyak sekali pertandingan kami menghadapi dia. Saya mendapatkan banyak pelajaran darinya sebagai lawan. Jika dia pensiun, itu rugi bagi semua pemain Indonesia,” Goh Liu Ying.

Chan/Goh masih berharap dapat menghadapi pasangan Tontowi/Liliyana dalam turnamen Indonesia Masters 2019 jika kedua pasangan itu lolos hingga pertandingan semifinal.

Pada pertandingan putaran kedua turnamen berhadiah total 350 ribu dolar AS itu, Goh/Liu akan menghadapi pemenang pertandingan antara pasangan Inggris Ben Lane/Jessica Pugh dengan ganda Taiwan Lin Chia Yu/Hsu Ya Ching. 

Baca Juga: Butet masih pelajari bisnis penukaran mata uang
Baca Juga: Butet sebenarnya masih penasaran emas Asian Games
Baca Juga: Panitia Indonesia Masters siapkan pesta perpisahan Butet

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Author: admin