Net TV menjadi juara dalam Badminton PLN Cup Antarmedia

Tim Net TV berhasil menjadi juara pada Turnamen Badminton Antarmedia PLN CUP 2018 setelah mengalahkan tim TVRI pada pertandingan final yang digelar di GOR Pusdiklat PLN Ragunan, Jakarta, kemarin. Sementara tim badminton Petro Energy dan Metro TV 1 harus puas di tempat ketiga dan keempat dalam turnamen berhadiah total Rp25,5 juta tersebut.

Turnamen yang diikuti sebanyak 22 tim dari media di Jakarta itu berlangsung pada 24-25 November dan 1-2 Desember 2018.

Turnamen Badminton PLN Cup 2018 merupakan kejuaraan badminton antarmedia yang pertama kali digelar oleh PLN. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, 24-25 November dan 1-2 Desember 2018 dan diikuti oleh 22 tim.

“Turnamen ini menjadi ajang silaturahmi antara kawan-kawan media yang semoga nanti hasilnya semakin kompak di lapangan dalam menyampaikan informasi. Ini juga sebagai bentuk sinergi antara teman teman media dan PLN,” ujar Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN Syamsul Huda di sela penutupan Turnamen Badminton Antarmedia PLN Cup 2018 di GOR Pusdiklat PLN Ragunan, Jakarta Selatan, kemarin dalam siaran pers ke Kontan.co.id, Senin (3/12).

Dia menambahkan, PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga berkontribusi terhadap pengembangan olahraga nasional. Hal ini dibuktikan dengan dukungan terhadap pengembangan klub bulutangkis dan bola voli.

Ketua panitia PLN Cup 2018, Rakhmat Hadi Sucipto mengatakan, melalui kegiatan ini media diajak serius berkompetisi sekaligus menjalin keakraban dan networking antarjurnalis. Selain itu, juga hubungan PLN dan media terjalin lebih baik lagi. “Semoga ke depan kegiatan ini bisa berlanjut dan semakin baik lagi,” katanya daftar poker.

PLN Cup 2018 memberikan hadiah yang cukup besar bagi para pemenang. Juara pertama akan mendapatkan hadiah Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta, juara tiga Rp5 juta, dan juara empat Rp2,5 juta.

Program BPJS Kesehatan masih menjadi perhatian besar pelaku industri farmasi

Potensi dari segmen obat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan. Tak heran hal ini menjadi perhatian besar pelaku farmasi dalam negeri.

Apalagi seiring dengan bertambahnya jumlah peserta program tersebut. Menurut Ganti Winarno, Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF), tahun 2019 merupakan peluang yang besar untuk segmen ini bertumbuh. “Mengingat mulai tahun 2019 seluruh masyarakat Indonesia sudah harus terdaftar dalam BPJS Kesehatan,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (25/12).

Mengenai target, manajemen belum dapat menyampaikannya secara spesifik. Yang jelas untuk berkompetisi di tender e-catalogue tersebut, KAEF harus terus berinovasi terhadap produknya. “Kami akan meluncurkan beberapa varian produk baru di tahun 2019 untuk menambah muatan produk perusahaan,” terang Ganti. Sekadar informasi, penjualan obat generik menyumbang sekitar 19,38% dari total revenue sampai kuartal tiga tahun ini.

Jumlah tersebut senilai Rp 1,16 triliun, atau bertumbuh 33% year on year (yoy) dibandingkan tahun lalu yang tercatat Rp 871 miliar. Untuk penjualan pihak berelasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mencapai Rp 68 miliar, naik 58% yoy dibandingkan 2017 yang hanya Rp 42 miliar.

Adapun bagi produsen obat seperti PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) kondisi dimana terjadinya kenaikan harga produk obat BPJS sedikit banyak mempengaruhi kenaikan harga produk dipasaran. Mengenai proyeksi 2019, kondisinya menurut Steven masih sama dengan tahun ini terutama terkait tender obat BPJS.

“Pasar sudah terimbas harga BPJS dan persaingan super ketat untuk ikut tender tersebut,” ungkapnya kepada Kontan.co.id, Selasa (25/12). Hanya saja bagaimana target perseroan terhadap segmen obat JKN ini, manajemen belum dapat memberikan detilnya.

Hanya saja jika melihat penjualan produk PYFA rata-rata mengalami kenaikan di kuartal tiga tahun 2018 ini. Produk farmasi berkontribusi 96% dari total revenue alias Rp 178 miliar di triwulan ketiga tahun ini, jumlah tersebut bertumbuh 9,8% yoy. Sedangkan segmen alat kesehatan mampu meningkat 26%, dari Rp 5,2 miliar di kuartal tiga tahun 2017 kemarin menjadi Rp 6,6 miliar di kuartal yang sama tahun ini.

Sementara itu, pasar BPJS ini juga mengalami hambatan berupa terjadinya keterlambatan pembayaran. Industri farmasi seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengakui memang ada pembayaran piutang dari rumah sakit yang sebagian tertunda.

Namun hal tersebut tak membuat perseroan mengurangi suplai program JKN itu. “Tetapi suplai obat JKN terus ada karena kebutuhan kesehatan ya,” kata Vidjongtius, Direktur Utama PT KLBF. Perusahaan berencana menerapkan peningkatan strategi pemasaran obat resep untuk suplai ke JKN. Kurang lebih porsinya mencapai 15% dari pasar obat resep KLBF.

Mengulik laporan keuangan KLBF kuartal tiga 2018, pendapatan bersih yang berasal dari obat resep domestik mencapai Rp 3,36 triliun. Jumlah tersebut naik 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat Rp 3,26 triliun.

Program belajar online dari XL Axiata

Di era digiital, belajar tak harus di kelas. Itu sebabnya, XL Axiata meluncurkan modul belajar program Sisternet yang berbasis online. Dengan sarana baru bernama “Modul Pintar Sisternet” ini, masyarakat luas terutama kaum perempuan bisa mendapatkan materi belajar mengenai berbagai hal, yang sangat erat dengan aktivitas mereka baik di rumah maupun di tengah masyarakat dan dunia kerja.

Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, teknologi digital memberikan kesempatan yang luas bisa menciptakan berbagai sarana yang bisa mempermudah aktivitas. Salah satunya untuk akses ke materi-materi peningkatan kompetensi atau keahlian, serta penyebaran informasi positif IDN Poker. “Dengan kemudahan seperti itu kami menghadirkan “Modul Pintar Sisternet” ini, yang akan memberikan kemudahan akses bagi kaum perempuan mendapatkan materi belajar secara online, di manapun, kapanpun, dengan beragam perangkat digital,” kata Dian, dalam rilis  Senin (24/12)

Sejak diluncurkan empat tahun lalu, sampai saat ini tidak kurang dari 13.000 orang kaum perempuan sudah pernah mengikuti kelas-kelas program Sisternet. Masyarakat bisa mendapatkan berbagai modul belajar dalam format audio dan video. Modul ini juga bisa diakses dengan beragam perangkat digital, baik komputer, tablet, juga smartphone. XL Axiata akan terus menambah materi belajar yang ada dengan berbagai materi yang lain yang dibutuhkan masyarakat. Selama ini program Sisternet menyelenggarakan kelas-kelas pemberdayaan perempuan yang disebut sisternet academy dengan cara tatap muka langsung.